Untuk lebih singkatnya,saya akan berbagi pengalaman yang saya dapatkan di waktu awal saya meniti karir menjadi seorang pengajar. Anggap saja ini curhat lah..!!
Awal saya mengajar pada pertengahan tahun 2009. Di tahun itu pula banyak kejadian yang merubah garis hidup dan jalan pikiran saya untuk menapak masa depan. Salah satunya ya saya menjadi seorang pengajar bagi anak-anak Sekolah Dasar ini! Suatu profesi yang tidak pernah terpikirkan sewaktu saya sekolah dulu. Kenapa kok bisa memilih profesi ini pun saya sendiri masih belum bisa menemukan jawabannya. Karena sebelumnya saya kuliah di fakultas teknik yang statusnya jauh berbeda dengan fakultas keguruan. Di kuliah pertama saya sempat berhenti alias KO di tengah perjalanan sebelum saya kuliah di jurusan keguruan. Sempat saya mencari-cari tempat kuliah lagi,tapi hasilnya nihil atau gak ada yang srek di hati. Karena saat itu saya mulai sadar bahwa kuliah tidak bisa di ukur dengan yang namanya kemampuan atau gengsi semata. Kalau kita kuliah hanya menuruti gengsi,memaksakan diri pada jurusan yang kita tidak mampu atau hanya sekedar kuliah,kita tidak akan menemukan apa-apa kecuali hanya menghambur-hamburkan uang orang tua saja. Tak lama selang beberapa waktu orang tua saya memberikan tawaran kepada saya untuk kuliah di salah satu PTS (perguruan tinggi swasta) di Banyuwangi. Mungkin mereka kasihan melihat keadaan saya yang belum punya pilihan untuk menentukan masa depan. Dan itulah awal kali saya meniti karir pada bidang yang tak pernah terpikirkan sewaktu saya masih sekolah.
Beberapa bulan setelah tahun ajaran baru di perkuliahan,ada tawaran lagi yang masuk. Saat itu saya di tawari untum menjadi guru sukwan di sebuah SD Negeri di dekat rumah. Tawaran itu pada awalnya tidak saya tolak dan tidak saya terima begitu saja. Bukannya saya ini takut atau gengsi,tapi waktu saya mendaftar di PTS(perguruan tinggi swasta) ini saja banyak pertanyaan yang timbul pada diri saya,apa lagi di tawari untuk mengajar. "kira-kira pilihan saya saat ini tepat atau tidak?". Saya cuma takut putus di tengah jalan lagi seperti awal saya kuliah setelah lulus SMA dulu. Tapi lama-kelamaan saya merasa kok banyak waktu yang terbuang,dengan perasaan tidak menentu saya meyakinkan diri bahwa saya mampu mengajar atau mendidik orang lain. Karena yang saya tahu,mengajar atau menjadi guru itu bukan suatu pekerjaan yang gampang seperti semudah kita membalik telapak tangan. Kita berinteraksi orang banyak yang membutuhkan ini itu dan yang lainnya. butuh persiapan,dituntut untuk membuat laporan. Dan saya sendiri orangnya wegah ruwet. Tapi ya tidak salahnya untuk di jalani saja dulu. Biasa,ilmu nekad di keluarkan lagi. Jalani saja,soal resiko belakangan.
Hehehehe.... Yang penting saya bisa mempraktekkan apa yang saya dapat di
perkuliahan sekaligus belajar.
Tepat tanggal 1 september 2009 saya mulai aktif mengajar di Sekolah Dasar dekat rumah saya. Pada saat awal mengajar saya tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa. Ya maklum lah,pertama kalinya seseorang dalam suatu pekerjaan apa lagi di depan orang banyak,perasaan gugup,malu dan lain sebagainya pasti akan muncul. Tapi lambatlaun perasaan-perasaan itu bisa saya kendalikan. Dan alhamdulillah,sampai saat ini saya masih bisa berbagi ilmu dengan anak didik saya di sekolahan. Ya,walaupun suka duka datang dan berlalu menghiasi jalan pengabdian saya untuk memberikan ilmu-ilmu kepada anak didik saya yang bermanfaat dan berguna di hari esok. Bagi saya segala hal dalam hidup ini jika kita memberi dengan rasa ikhlas,maka Allah akan meberikan hal baik yang tak terbatas. Jika kita memberikan dengan rasa tulus,maka Allah akan memberikan balasan yang bagus. Suatu keyakinan akan menguatkan hati. Dan kata-kata yang kita ucapkan dengan hati adalah do'a yang tak tertandingi.
Itulah sepenggal kisah saya mengawali karir menjadi seorang pengajar. Saya yakin setiap apa yang terjadi pada hidup kita pasti ada hikmah di balik semuanya. Tinggal bagaimana kita membaca,memahami dan menyimpulkannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar