Rabu, 19 September 2012

Makaryo

 Di pagi yang dingin,di saat aku masih tertidur dan berselimutukan mimpi-mimpi indah,harus terpecahkan oleh suara keras yang datang dari luar kamar. Dan ternyata,ah seperti biasa,ibu tercintaku membangunkan aku dari mimpi-mimpiku yang indah untuk segera beraktifitas. Yah,seperti itulah sedikit gambaran dari keluargaku di saat memberikan semangat pada anak-anaknya untuk memulai aktifitas di pagi hari.

Tanpa kujawab aku terbangun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dengan mata ini yang belum sepenuhnya terbuka lebar hingga aku lupa tidak gosok gigi di pagi itu. Di bilang jorok ya memang jorok,tapa apa yang akan aku kerjakan di hari itu malah lebih kotor dan jorok lagi karena harus bergelut dengan air dan lumpur di sawah. Dan sekarang saatnya pak Tani beraksi. hehehehe....

Dengan lauk seadanya aku isi perutku sebagai energi untuk memulai hari itu. Dan dengan perasaan kesal aku berangkat kesawah bersama 2 orang tetanggaku untuk membantuku menanam jagung disawah. Yang seharus hari itu aku ada janji mengantarkan paklek ku untuk memperpanjang STNK,dengan terpaksa aku harus bergelut dengan kotornya air dan lumpur,serta panasny sengatan matahari di sawah. Tapi mau gimana lagi,sudah tanggung jawab sebagai seorang petani.

Sambil menanam aku hanya bergumam dalam hati "ala opo ditandur saiki jagung'e,ra ngerti akeh penggawean koyo ngene". Tapi sejenak aku teringat kata-kata dari seseorang yang membuat diriku langsung merasa tenang saat bekerja. Yang aku ingat kata-katanya seperti ini "megawe kuwi ojo kepekso karno tanggungan,engko malah dadi perkoro. Sing penting alon-alon tur asil". Itulah kata-kata yang membuat aku semangat di hari tiu. Di mana kita sebagai manusia diwajibkan berkerja untuk menafkahi hidup tapi harus dengan rasa ikhlas dalam menjalankannya agar mendapatkan barokah dari Allah swt atas pekerjaan itu.

Sambil bercengkrama dengan 2 tetanggaku yang membantu aku menanam jagung alhasil tidak sampai sore hari dapat terselesaikan. Sejenak ku beristirahat sebelum aku beranjak pulang,beberapa kata tersirat dalam kepala ini. "kita hidup di dunia tak jauh beda sama seseorang bercocok tanam. Jika kita menanam atau menebar sesuatu yang baik dengan cara yang baik maka kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik di hari esok. Dan jika kita menanam atau menebar hal-hal yang tidak baik dan dengan cara yang tidak baik atau kotor,maka kita akan mendapatkan balasan yang jauh tidak baik atau kotor dari Allah swt". Dan semoga apa yang aku tanam di hari ini semoga mendapatkan hasil yang maksimal di hari esok. Amin ya robal'alamin...


2 komentar:

  1. Yuk selain nandur tanaman, kita sibukkan juga diri kita untuk nandur kebajikan.. dan satu lagi nandur-nandur di Happyland hehehe

    BalasHapus